5 Alasan Menjadi Penulis


Lifestyle / Sabtu, Juni 3rd, 2017
https://cdn.searchenginejournal.com/wp-content/uploads/2016/08/Depositphotos_76662909_m-2015.jpg
Banyak orang mempunyai hobi menulis diary,
menceritakan runtutan peristiwa yang dialami dalam sebuah catatan kecil, atau
sekedar menulis status pada media sosial. Tanpa sadar hal tersebut dilakukan
secara rutin dan menjadi sebuah kebiasaan. Tahukah kalian bahwa orang-orang
yang memiliki salah satu hobi di atas memiliki potensi untuk menjadi penulis? Mari
kita amati lebih jauh!
Menulis adalah hal yang sudah kita
lakukan sedari kecil, namun seiring beranjaknya usia kita serta banyaknya peristiwa
yang kita lewati dalam hidup, ternyata menulis (bagi sebagian orang) adalah
kegiatan yang sangat menyenangkan, bahkan jika dalam sehari saja tidak menulis,
kita merasa ada sesuatu yang kurang. Nah, seiring juga dengan berkembangnya
teknologi, kegiatan menulis tidak lagi berpatokan pada pensil dan kertas. Saat ini
kita bisa menulis di mana saja kita mau, di laptop atau bahkan hanya dengan
menggunakan dua jempol. Media untuk mengekspresikan tulisan-tulisan kita pun
sudah semakin beragam, kalau dulu jaman saya SD dan SMP, tulisan saya hanya
bisa dipajang di mading sekolah, tetapi saat ini, di mana pun kita berada, kita
bisa menyebarluaskan tulisan lewat media sosial bahkan bisa dibaca oleh dunia. Dengan
kemudahan-kemudahan tersebut, menjadi seorang penulis bukan lagi hal yang
sulit.
Ada 5 alasan mengapa kita harus
menjadi seorang penulis :
1.     
Kaya
Ilmu
Seorang penulis
adalah pembaca yang baik, ia diharuskan membaca buku apa saja. Suka tidak suka,
semua buku (dengan tema apapun) adalah penting bagi penulis. Membaca adalah
asupan gizi untuk penulis. Buntunya ide seorang penulis bisa dipulihkan dengan
buku. Maka seorang penulis pastilah kaya ilmu, sebab semua buku dilahap,
semakin banyak buku yang dibaca semakin banyak pula hal yang bisa ia tulis.
2.     
Tulisan
yang Abadi
Seperti yang
dikemukakan oleh Pramoedya Ananta Toer “Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.
Bisa kita lihat, tulisan-tulisan para penulis dan penyair seperti Chairul
Anwar, W.S Rendra, Jane Austen, Agatha Christie, bahkan filsuf seperti Kahlil
Gibran tidak usang dimakan zaman. Tulisannya masih terpampang di semua toko
buku besar, masih hilir mudik di dunia sastra juga dunia maya. Tulisannya tetap
menginspirasi penulis-penulis besar setelahnya.
3.     
Pahala
yang Mengalir
Tulislah
hal-hal yang baik, maka kebaikan akan selalu mengelilingi kita. Tulisan yang
abadi akan mengalirkan pahala yang tidak pernah putus, Insya Allah. 
4.     
Menjadi
Sumber Penghasilan
Banyak penulis
baru bermunculan, begitu juga dengan penerbit yang menawarkan jasa penerbitan
dan melakukan kerjasama dengan penulis. Mereka tidak muncul begitu saja, mereka
muncul sebab melihat peluang yang kian luang di masyarakat. Membaca,
lambat-laun menjadi gaya hidup masyarakat kita. Maka permintaan buku yang
berkualitas juga akan meningkat, oleh sebab itu penulis dan penerbit berlomba
menghadirkan bahan bacaan yang dirindukan oleh pembaca. Sudah tahu berapa
eksemplar novel Ayat-Ayat Cinta karya Habiburrahman El-Shirazy yang terjual? Atau
novel fenomenal Laskar Pelangi karya Andrea Hirata? Menurut beberapa sumber,
kebanyakan penerbit memberi royalti kepada penulis sebesar (kurang lebih) 10% dari
harga jual. Maka jika harga novel atau buku tersebut Rp.80.000 maka royaltinya
sebesar Rp.8000 (per buku), jika buku tersebut terjual hingga 100.000 copy,
maka royalti yang didapatkan penulis … Ah! Coba kamu hitung sendiri, hihihi. Menggiurkan,
bukan?
5.     
Terkenal
Sudah dapat ilmu,
pahala, penghasilan, menjadi seorang penulis juga bisa terkenal, loh! Siapa, sih,
yang gak kenal penulis-penulis yang sudah saya sebutkan di atas? Atau penulis yang
anak muda bangetlah, seperti Aan Mansyur atau Boy Candra, sudah gak
asing, kan? Itu sudah membuktikan bagaimana menjadi seorang penulis bisa membuat
kamu terkenal.
Jadi, dari
banyaknya alasan yang menggiurkan untuk menjadi penulis, apa kamu gak
tertarik untuk menjadi penulis? Jadi penulis gak sulit, kok. Sebagaimana
kemudahan-kemudahan yang sudah saya sebut di atas, yang terpenting dari diri
seorang penulis adalah menulis. Tidak ada tulisan yang sempurna, ini hanya
tentang bagaimana kamu terus menulis sebagai latihan-latihan yang bisa membuat
tulisan kamu jadi matang dan siap untuk disantap. Selamat Menulis!

One Reply to “5 Alasan Menjadi Penulis”

Comments are closed.