Memperingati HAN, Begini Harapan Anak-Anak Jalanan


Blogging, Lifestyle / Jumat, Juli 28th, 2017

http://tawamereka.blogspot.co.id/

Tanggal 23 Juli lalu, Presiden Jokowi menggelar
peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru. Ada banyak kejadian menarik dan
mengharukan ketika Presiden Jokowi berpidato dan moment-moment tersebut akan sangat
sayang untuk dilewatkan. Saat itu Pak Jokowi melakukan berbagai aksi yang
membuat ribuan anak yang hadir terhibur, antara lain bermain sulap dan gasing. Serasi
dengan tema yang diusung pada HAN tahun ini yaitu Perlindungan Anak Dimulai
dari Keluarga dengan pesan utama “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”. Pada hari
itu Pak Jokowi berhasil membuat anak-anak tersebut menjadi anak-anak yang
gembira.
Berbicara anak-anak artinya berbicara masa
depan. Sama halnya dengan filosofi Pak Harto waktu itu (kalau saya tidak
meleset), bahwa Hari Anak Nasional ditetapkan dengan kesadaran bahwa anak-anak
adalah asset bangsa yang sangat berharga. Nasib bangsa ini ke depannya
ditentukan oleh anak-anak saat ini. Saya ambil kesimpulan (walaupun mungkin
terlalu dini, ya, teman-teman hehe) bahwa saat ini, segala yang samar dan
nampak pada bangsa kita adalah cerminan Indonesia di masa depan.
Mari kita ambil satu contoh, sesuai dengan tema
yang ingin saya bahas yakni Hari Anak Nasional, maka mari kita bahas rentetan peristiwa
yang terjadi pada kehidupan anak-anak saat ini. Dimulai dari kekerasan terhadap
anak, kekerasan fisik maupun seksual. Lalu remaja yang melakukan hal yang tidak
patut saat jam sekolah, sampai kasus bullying yang dilakukan oleh remaja
kita. Miris, ya?
Tapi ada satu fakta lagi yang gak kalah
miris. Saya suka jalan-jalan walaupun hanya seputaran kota Bandarlampung dan
saya banyak melihat anak-anak yang mangkal di lampu merah dan
pusat-pusat perbelanjaan. Ada yang berinteraksi secara langsung, ada juga yang
hanya saya amati dari jauh. Rata-rata mereka berumur Sembilan sampai 13 tahun,
ada yang berjualan koran, jualan makanan, ada juga yang mengamen, dan gak sedikit
yang mengemis.
Rio Fernando, Penjual Pempek Keliling
Beberapa kali saya penasaran dan ingin ngobrol
dengan mereka. Akhirnya saya punya kesempatan untuk mengobrol dengan beberapa
anak. Salah satunya, Rio Fernando. Dia adalah siswa kelas 6 Sekolah Dasar yang
juga mempunyai pekerjaan sampingan sebagai penjual pempek keliling. Setiap pulang
sekolah ia mulai berjualan pempek, pempek tersebut ia ambil dari pembuatnya,
jarak dari rumah dan sekolahnya ke tempat ia mengambil pempek lumayan jauh,
bahkan saya pun rasanya gak sanggup kalau harus jalan sejauh itu
(hehehe, dasar sayanya aja yang lemah). Kalau Hari Minggu, ia berjualan dari
pagi sampai pempeknya habis, kadang siang sudah habis tapi kadang sampai sore
belum habis, jawab Rio ketika saya tanya. Ibu Rio seorang buruh cuci dan
ayahnya seorang juru parkir. Ia punya satu kakak perempuan yang masuk jenjang
SMA dan satu adik laki-laki yang masih kecil. Rio mengaku sudah hampir setahun
berjualan pempek. Saya juga bertanya kenapa dia memilih berjualan pempek padahal
anak-anak lain seusianya memilih bermain dengan teman-temannya, dengan polos ia
menjawab bahwa ia harus mencari uang tambahan untuk biaya sekolahnya apalagi
sekarang ia sudah kelas 6. Setiap hari Rio mampu mengumpulkan uang dari hasil
jualan sekitar sepuluh ribu sampai dua puluh ribu rupiah. Dan uang itu ia
tabung untuk membeli perlengkapan sekolah ketika masuk sekolah menengah nanti.
Rio adalah salah satu anak yang cukup beruntung
karena masih bisa bersekolah dan memiliki motivasi yang baik dalam dirinya. Karena
di lain waktu saya sempat bertemu dengan tiga kakak-beradik yang mengamen di
salah satu warung bakso. Mereka tidak sekolah karena ketika pagi mereka harus
membantu ibunya memulung untuk memenuhi kebutuhan dasar dan ketika malam mereka
mengamen. Ayah mereka pergi entah kemana.

http://cyberdakwah.com
Hari Anak Nasional adalah harinya seluruh anak
Indonesia, termasuk Rio dan anak-anak lainnya. 10 permintaan anak Indonesia kepada
Pak Jokowi melalui Forum Anak Nasional di Pekanbaru yang lalu adalah sama
dengan permintaan Rio dan anak-anak lain yang saya temui. Mereka berharap lebih
diperhatikan, disetarakan, diangkat derajat keluarganya, dan diberi pekerjaan
yang baik untuk ayah-ibu mereka. Mereka berharap memiliki waktu bermain, sama
halnya dengan anak-anak yang lain. Mereka pun sama, mereka adalah asset bangsa
yang berharga dan merupakan cerminan bangsa di masa depan.
Semoga bermanfaat. Jangan lupa beri masukan
teman-teman di kolom komentar, ya.
Tulisan ini bertema Hari Anak Nasional sebagai
tugas Kelas Menulis Blog Seru #2

5 Replies to “Memperingati HAN, Begini Harapan Anak-Anak Jalanan”

Comments are closed.