PUISI (2) Kopi yang Tersisa dan Cincin di Jarimu


Lifestyle / Kamis, Juli 27th, 2017

Kopi yang tersisa dan noda di
cangkirnya

adalah kegelisahan
Menyaksikan lampu-lampu taman di tepi
kolam renang
adalah kecanduan
Kepalaku dipenuhi sabut kelapa
diremas dan dicabuti perlahan


Cincin di jarimu dan urat-uratnya

adalah penyesalan
Entah, masih pantas kusebut kesalahan
atau ketidakwarasan

Kopi yang tersisa dan cincin di
jarimu

menanggalkan cecap yang pahit
dan asam di ujungnya
kuteguk berkali-kali, kureguk sekali
lagi
Kopi dan cincinmu masih ada
dan aku tiada

Bandar Lampung, 25 Juli 2017