PUISI (2) Kopi yang Tersisa dan Cincin di Jarimu

Kopi yang tersisa dan noda di cangkirnya adalah kegelisahan Menyaksikan lampu-lampu taman di tepi kolam renang adalah kecanduan Kepalaku dipenuhi sabut kelapa diremas dan dicabuti perlahan Cincin di jarimu dan urat-uratnya adalah penyesalan Entah, masih pantas kusebut kesalahan atau ketidakwarasan Kopi yang tersisa dan cincin di jarimu menanggalkan cecap yang pahit dan asam di ujungnya … Lanjutkan membaca PUISI (2) Kopi yang Tersisa dan Cincin di Jarimu