Kementerian Kesehatan Ajak Blogger Untuk Eliminasi Hepatitis


Blogging, Healthy & Beauty / Rabu, Agustus 9th, 2017
Foto Bersama Blogger dengan KemenKes RI
Minggu, 30 Juli yang lalu, saya dan teman-teman blogger menghadiri undangan Kementerian Kesehatan dalam rangka peringatan Hari Hepatitis Sedunia tahun 2017 dengan mengusung tema “Eliminasi Hepatitis Menuju Keluarga Sehat, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa!. Alhamdulillah acara digelar di hotel dekat rumah saya, Hotel Asoka Luxury yang terletak di Jl. Morotai, Bandar Lampung, Lampung.
Acara dimulai pukul 09.00 WIB, sambil menunggu teman-teman blogger lain dari luar daerah, maka acara diisi dengan games edukatif yang dipandu oleh pembawa acara. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 blogger dan berlangsung di aula hotel lantai dasar.
dr. H. Mohamad Subuh, MPPM selaku DirJen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan yang seharusnya memaparkan materi berhalangan hadir, maka pemateri digantikan oleh dr. Wiendra Wawarontu dan dr. Rino A Gani.
dr. Wiendra Wawarontu menyampaikan materi dasar mengenai hepatitis. Berangkat dari sejarah lahirnya Hari Hepatitis Sedunia yang jatuh pada 28 Juli karena tanggal 28 Juli adalah tanggal lahir penemu virus Hepatitis B yakni Baruch Samuel Boomberg. Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan pengetahuan masyarakat tentang Penanggulangan Virus Hepatitis di Indonesia.
Kementerian Kesehatan mengundang para blogger untuk mengikuti acara tersebut sekaligus sebagai ajang edukasi, diharapkan setelah acara para blogger dapat menyebarluaskan informasi mengenai hepatitis kepada pembaca dan khalayak ramai.

Apa itu Hepatitis?
Kita mulai dulu, ya dari pengertian Hepatitis. Hepatitis adalah peradangan pada organ hati yang disebabkan oleh berbagai hal, antara lain bakteri, virus, perlemakan, alkohol, obat-obatan, dan zat berbahaya lainnya. Penyebab Hepatitis paling banyak adalah dari bakteri, virus, dan parasit.
Oleh karena itu, bagaimanapun kita harus selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta perhatikan makanan yang akan kita konsumsi. Penyebab kedua setelah bakteri, virus, dan parasit adalah alkohol dan obat-obatan. Jelas banget, ya, alkohol di larang dalam Islam, itulah hikmahnya. Hehehe.
Macam-macam Hepatitis, Gejala, Penularan, dan Pengobatannya
Sebelum mengikuti acara ini, yang saya tahu hanya ada tiga macam Hepatitis yaitu Hepatitis A, B, dan C. Ternyata eh ternyata, ada dua lagi jenis hepatitis yaitu Hepatitis D dan E. Apa sih bedanya? Itu pertanyaan pertama yang muncul di kepala saya.
Kita mulai dari Hepatitis A dulu, ya. Hepatitis A sering terjadi dalam bentuk Kejadian Luar Biasa (KLB) yang pada umumnya karena pencemaran air minum, makanan yang tidak dimasak, makanan yang tercemar, hygiene, dan sanitasi buruk.
Sudah tentu Hepatitis A ini ditularkan melalui kotoran dan mulut. Cara mencegahnya? Sudah pasti harus menjaga kebersihan dan perhatikan makanan yang akan kita konsumsi. Karena Hepatitis A dapat menular melalui kotoran dan mulut, sehingga kebersihan makanan adalah yang utama.
Gejala Hepatitis A : Gejalanya bervariasi dari yang ringan sampai berat. Dapat berupa demam, lemas, kurang nafsu makan, mual, muntah, urine yang berwarna seperti teh, dan ikterus yaitu warna kuning pada mata dan kulit.
Pengobatan : Tidak ada pengobatan khusus untuk jenis ini, pengobatan bersifat simplomatik dan menjaga keseimbangan nutrisi. Kabar baiknya, seseorang yang telah sembuh dari Hepatitis A akan memiliki kekebalan tubuh terhadap Virus Hepatitis A sehingga tidak akan terulang.
Berbeda dengan Hepatitis A, Hepatitis B bisa menyerang hati sampai bersifat akut bahkan kronik serta dapat menyebabkan sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.
Gejala Hepatitis B : Hampir sama dengan gejala Hepatitis umumnya yakni berupa kelelahan, kurang nafsu makan, mual, muntah, urine yang pekat. Tetapi sebagian besar tidak menunjukan gejala seperti yang telah saya sebutkan.
Penularan: Penularan dapat terjadi secara vertikal dan horizontal. Secara vertikal maksudnya penularan dari ibu kepada anaknya yang baru lahir. Horizontal artinya penularan dari individu pengidap ke individu lain melalui darah, air liur, cairan vagina, dan cairan tubuh lainnya.
Dapat melalui jarum suntik tidak steril, transfusi darah yang terinfeksi virus hepatitis B, sikat gigi yang bergantian, serta hubungan seks yang berganti-ganti pasangan.
Pencegahan : Hindari faktor risiko yakni mencegah kontak dengan virus serta Imunisasi Hepatitis B.
Hepatitis C dan D hampir sama dengan Hepatitis B, mulai dari gejala, penularan, dan pencegahan. Bedanya pada
Hepatitis C dan D belum ada vaksin khusus, sehingga pencegahan dilakukan dengan menghindari faktor resiko.
Dan yang terakhir Hepatitis E, Hepatitis E hampir sama dengan Hepatitis A. Penularannya melalui kotoran dan mulut, gejalanya dan pencegahannya pun sama.
Baiklah, teman-teman, sekian rangkuman saya tentang hepatitis di acara Temu Blogger bersama Kementerian Kesehatan 30 Juli lalu, semoga kita beserta keluarga terhindar dari Virus Hepatitis, baik itu Hepatitis A, B, C, D, dan E.
Ayo jaga kebersihan badan, makanan, dan lingkungan, serta lakukan pemeriksaan dan imunisasi sedini mungkin. Mari kita dukung gerakan Eliminasi Hepatitis yang dicanangkan oleh Kementerian Kesehatan RI dengan tujuan akhir Indonesia dapat terbebas dari Hepatitis.
Sekian, semoga bermanfaat. Jika ada yang ingin ditanyakan, mari kita diskusikan di kolom komentar. Terima kasih.