Mengabadikan Moment Terbaik dengan SONY Cybershot DSC H300 : Foto Jernih dan Tajam


Lifestyle, Review / Selasa, Agustus 15th, 2017

 

Google
Pada postingan kali ini, saya akan membagikan pengalaman saya menggunakan Kamera SONY Cybershot DSC H300 kepada Temans. Nah, berawal dari rusaknya kamera ibu saya beberapa tahun lalu, saya jadi ingin menggantinya dengan kamera baru. Saat itu kamera pocket milik ibu saya, saya pinjam dan bawa ke asrama untuk dokumentasi di tahun akhir sekolah.
Di sela-sela kegiatan, adik kelas saya ada yang pinjam kamera tersebut untuk pendokumentasian acara buka bersama kelasnya. Dengan senang hati saya pinjamkan, dong. Tetapi, tiba-tiba saja, ada insiden yang mengejutkan.
Adik kelas saya mengembalikan kamera dalam keadaan ‘koma’ hahaha. Kamera pocket tersebut tidak mau hidup, layarnya hanya keluar warna biru. Lensanya pun gak mau masuk. Saat itu saya gak tau harus ngomong apa. Akhirnya dengan berat hati saya bawa pulang dan ‘memuseumkan’ kamera tersebut.
Setelah saya lulus sekolah, saya bertekad untuk mengganti kamera ibu saya. Walaupun sekarang sebagian besar orang sudah beralih ke smartphone dalam mendokumentasikan kegiatan mereka, tetapi bagi saya masih ada yang mengganjal karena insiden itu.
Ditambah lagi, ibu dan bapak saya bukan tipe orang yang mau dengan tekun belajar menggunakan smartphone. Jadi tekad saya semakin bulat untuk mengganti kamera tersebut.
Tapi saat itu saya baru masuk kuliah dan belum punya banyak uang untuk disisihkan, maklum saja tugas yang menumpuk dan fotokopian yang menunggu, sudah bisa menguras dompet. Dan akhirnya, baru beberapa bulan lalu,
tepatnya pertengahan Juni 2017 lalu, saya berhasil membeli sebuah kamera baru untuk ibu saya. Rasanya lega sekali. Saya berhasil membelinya walaupun harus menunggu sampai empat tahun, haha.
Ok, maafkan curhat saya yang terlalu panjang. Nah, sekarang saya mau cerita mengapa dari sekian banyak kamera, pilihan saya jatuh pada Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300?
Pertimbangan saya ketika akan membeli kamera, antara lain memiliki pixel yang besar dan menghasilkan foto yang baik, mudah digunakan, harga yang terjangkau, dan perawatan yang gak ribet. Hehehe. Nah, setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 keluar sebagai juaranya.
Yuk, kita lihat penampakan dari kamera prosumer SONY H300.
Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 ini cocok untuk kamu yang ingin belajar fotografi tapi uangnya belum cukup untuk beli tipe DSLR, ini saya banget haha. Fiturnya hampir sama dengan Kamera tipe DSLR,
yang jadi perbedaan utama adalah lensa pada kamera prosumer tidak bisa diganti-ganti.

Spesifikasi Kamera SONY CyberShot DSC H300 :

Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 memiliki pixel yang cukup bisa diandalkan untuk urusan fotografi yaitu sebesar 20,1 Megapixels. Dengan optical zoom sampai 35x. Memiliki ukuran layar 3.0 inch dan menggunakan 4 baterai tipe AA untuk dayanya. Baterai sekali pakai dan dengan mudah diganti, jadi gak perlu di charge lagi.
Saya cukup puas memilih Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 sebagai alat untuk mengabadikan moment terbaik, walaupun memiliki berat 590 gr namun masih cukup mudah untuk dibawa kemana-mana karena kita tidak perlu membawa-bawa lensa lagi. Cukup membawa baterai cadangan jika sewaktu-waktu kehabisan daya. Namun pada umumnya, baterai bertahan sampai 350 jepretan.
Ini beberapa hasil jepretan SONY Cybershot DSC H300 :
Harga Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 memang di atas kamera pocket namun masih jauh di bawah kamera DSLR, yakni berkisar Rp. 2.300.000 – Rp. 2.800.000.
Juni yang lalu saya membeli Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 dengan harga Rp. 2.700.000 dengan kelengkapan Satu set kamera dalam kotak yang masih disegel, 4x baterai ukuran AA, memory 8 gb, dan tas kameranya. Cukup lengkap, kan?
Jadi, apa kamu tertarik untuk membeli Kamera Prosumer SONY CyberShot DSC H300 ?

4 Replies to “Mengabadikan Moment Terbaik dengan SONY Cybershot DSC H300 : Foto Jernih dan Tajam”

    1. Enggak, kok, Mba Lilih. Cara pakainya simple. Kalau Mba gak mau ribet pakai yang menu auto saja, jadi kamera bisa menyesuaikan cahaya dan lain-lain. Tetapi kalau memang niat belajar fotografi, kamera ini juga menyediakan sistem manual yang bisa kita atur sesuai kemauan kita..

Comments are closed.