Pasang Surut Jadi Blogger Pemula


Blogging / Sabtu, Agustus 5th, 2017
Niat awal ingin buat blog adalah karena ingin punya ‘rumah’
sendiri, yang didesain sedemikian rupa, yang nyaman (bagi yang punya hehe), dan
banyak dikunjungi orang-orang. Haha, muluk banget, ya? Tapi it’s ok, memang
begitulah adanya.
Beberapa tahun yang lalu, saya sempat punya blog yang isinya
saya fokuskan pada informasi-informasi untuk mahasiswa dan lomba menulis. Minggu
pertama dan kedua, saya semangat banget ngisi blog dengan segala macam info
yang saya dapat di blog lain dan saya muat ulang dengan kata-kata saya sendiri.
Tetapi, karena saya saat itu masih padat jam kuliah ditambah dengan tugas-tugas
yang seabrek, belum lagi mempersiapkan presentasi dan lain-lain, akhirnya blog
saya pun vakum. Sedih rasanya, karena ‘rumah’ yang sudah didesain sedemikian
rupa harus diterlantarkan. Karena saya saat itu merasa gak telaten ngurus ‘rumah’
akhirnya ‘rumah’ tersebut saya bongkar alias saya bubarkan.
Namun, berjalannya waktu, saya terus bergelut di dunia
tulis-menulis dan berkenalan dengan orang-orang yang gigih dan ulet, membuat
saya jadi terpantik juga untuk mulai nge-blog lagi. Saat itu saya melihat
kesibukan Umi Naqiyyah Syam atau yang akrab dipanggil Mbak Naqi, hampir setiap
acara beliau ikut berpartisipasi, padahal sambil mengurus tiga anak yang
umurnya masih kecil dan sedang aktif-aktifnya. Saya dan teman-teman cukup sering
berkunjung ke rumah Mbak Naqi, bertukar cerita seputar keorganisasian. Saat itu,
beliau dan teman-temannya baru mendirikan komunitas blogger lampung yang diberi
nama “Tapis Blogger”. Nama Tapis Blogger sangat cepat melejit dan menjadi buah
bibir di kalangan blogger lainnya, bahkan blogger nasional. Kegiatan mereka
padat dan berkualitas, apalagi banyak mengangkat isu-isu seputar literasi dan
budaya, khususnya Budaya Lampung. Sejak melihat Tapis Blogger inilah, saya jadi
tertarik lagi untuk mengelola blog, kali ini dengan serius, hehehe.
Saya, Mba Naqi, dan beberapa blogger lainnya.
Agar bisa jadi blogger ‘sesungguhnya’, saya dan beberapa
teman sepakat untuk ‘menculik’ Mbak Naqi agar bisa menularkan ilmu bloggingnya
kepada kami. Dan beliau dengan senang hati meng-iya-kan permintaan kami untuk
diadakan kelas blogging kecil-kecilan sambil santai lesehan di warung makan.

Akhirnya, blog saya lahir kembali dengan wajah yang baru. Kali
ini fokus pada sastra, kemasyarakatan, dan laporan kegiatan sehari-hari. Ada satu
blog lagi sebenarnya yang juga sedang saya coba kelola, yaitu blog yang fokus
pada resep makanan rumahan, berhubung ibu saya jago masak, jadi saya dengan
senang hati mereview masakan ibu saya, hehehe.
Kedua blog ini sudah hampir 3 bulan usianya, masih rentan
yaaaa hehe. Tapi saya bertekad akan serius mengelola dan mengisi ‘rumah’ ini
agar orang-orang senang berkunjung ke sini. Dan yang gak kalah penting, ilmu
yang saya dapat dari Mbak Naqi soal nge-blog adalah tampilan blog itu urusan
nomor dua, yang utama adalah isi blognya. Isi blog kita haruslah bisa menjadi
solusi dan informasi yang bermanfaat untuk pembaca kita.
So, ayo isi blog kamu dengan hal-hal yang kamu suka, tapi
tetap bisa menjadi solusi dan tempat informasi yang bermanfaat.
Itulah pasang-surut saya menjadi blogger pemula.
Tugas Pekan 2 Kelas Ngeblog Seru #2

4 Replies to “Pasang Surut Jadi Blogger Pemula”

Comments are closed.