Kominfo dan KemenKes Sosialisasi Germas di Lampung: Perhatikan Gejala dan Bahaya Stunting


Blogging, Healthy & Beauty / Selasa, September 12th, 2017
Kominfo bersama Kementrian Kesehatan melakukan sosialisasi gerakan masyarakat hidup sehat di Lampung. Pembahasan terfokus pada gejala dan bahaya stunting yang harus diperhatikan semua kalangan dan diketahui sejak dini.
Anak yang sehat dan cerdas adalah idaman semua orang, bahkan yang belum menjadi orangtua pun selalu memimpikan akan mempunyai anak yang sehat dengan pertumbuhan yang normal sebagaimana anak seusianya. Namun masyarakat terutama orangtua harus lebih waspada karena saat ini Indonesia menduduki peringkat ke-lima pengidap stunting di dunia.

Pengertian dan Bahaya Stunting

Stunting (atau yang dikenal dengan cebol) adalah masalah gizi yang disebabkan asupan gizi yang tidak sesuai sejak dalam kandungan sehingga mengakibatkan seorang anak gagal tumbuh dan berkembang. Duh, ngeri, ya?
Stunting bisa di alami sejak dalam kandungan namun akan terlihat secara kasat mata ketika anak berusia 2 tahun. Namun yang perlu diketahui, stunting bukan karena faktor genetik ataupun kelainan tulang. Stunting terjadi karena asupan gizi yang tidak sesuai.
Ibu dr. Marina memaparkan fenomena stunting di Indonesia
Bpk Dedet Surya Nandika Membuka Acara Flash Blogging, Bandarlampung (12/9)
Gejalanya bermacam-macam, antara lain berat badan yang kurang dari normalnya berat badan usia mereka dan pertumbuhan tulang yang tertunda sehingga ia lebih pendek dari teman sebayanya. Yang lebih mengkhawatirkan lagi, stunting dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan kognitif anak atau dengan kata lain mengganggu kemampuan berpikir anak. Anak yang mengalami stunting cenderung lambat dalam berpikir.
Stunting bisa terjadi pada siapa saja, tidak ditentukan apakah akan menimpa orang miskin atau orang berkecukupan. Gaya hidup yang berubah pada masyarakat kita juga menjadi faktor yang memengaruhi tingkat stunting di Indonesia.
Pasalnya, masyarakat kita sanggup menyisihkan uangnya dengan sengaja untuk membeli rokok, pulsa, dan makanan instan namun kurang memerhatikan gizi yang terkandung di dalam makanan yang dikonsumsinya.

Pencegahan Stunting

Stunting dapat kita cegah dengan memerhatikan asupan gizi pada ibu hamil dan bayi sejak dalam kandungan. 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) adalah kunci bagi masa depan anak. 270 Hari ketika dalam kandungan dan 730 Hari setelah lahir, yakni kira-kira sampai berumur 2 tahun.
Flash Blogging menghadirkan Mira Sahid (Emak Blogger)
Untuk para orangtua dan semua calon orangtua, jangan lalai untuk memberikan ASI Eksklusif pada 6 bulan pertama, karena menurut penelitian ASI sangat berperan dalam menentukan kualitas SDM ke depannya.
Deteksi dini stunting dengan cara pemantauan pertumbuhan anak secara rutin. Antara lain dengan cara memperhatikan berat badan anak, kemudian rutinlah datang ke posyandu, dan minta edukasi tentang tumbuh-kembang anak kita.