Ayat-Ayat Cinta 2 (Review): Kelebihan dan Kekurangannya


Hobby, Movie, Review / Jumat, Desember 29th, 2017

Setelah membaca review sebelumnya tentang sosok Fahri yang kata kebanyakan orang bak Malaikat, ada baiknya kita bahas dari berbagai sisi tentang Kelebihan dan Kekurangan Film Ayat-Ayat Cinta 2. Kenapa hanya terfokus pada sosok Fahri? Padahal ada banyak hal yang bisa dibahas di film ini. Check it out, Temans.

Penggunaan Bahasa di Film Ayat-Ayat Cinta 2

Di awal-awal ada ketidaknyamanan ketika mendengar para aktor berbicara. Bahasanya terlalu baku. Selain itu, banyaknya bahasa yang dipakai secara bersamaan membuat penonton bingung. Dari Bahasa Indonesia, Inggris, Turki, Arab, sampai bahasa Jawa.

Saya ngerti gimana susahnya memakai bahasa kita dalam film yang berlatar luar negeri 😀

Mungkin maksudnya agar memudahkan orang-orang dalam memahami film Ayat-Ayat Cinta 2 dengan banyak menggunakan Bahasa Indonesia walaupun latarnya di kampus Edinburgh. Secara, penonton film inikan warga Indonesia.

fedi-nuril-ayat-ayat-cinta-2
sumber: google

Konflik yang Menggemaskan Penonton Ayat-Ayat Cinta 2

Konfliknya sebagian besar udah saya bahas di atas bersamaan dengan sikap Fahri yang super-duper baik. Intinya sih begini, Aisha hilang tanpa jejak. Fahri kehilangan (ya, iyalah). Tapi rasa kehilangan Fahri tidak dieksekusi dengan baik di film Ayat-Ayat Cinta 2 ini.

Semestinya, dengan kesuksesan yang diraih Fahri, ia bisa lebih mengupayakan untuk mencari Aisha.
Perlakuan tidak pantas yang dialami Aisha sesaat setelah penyerangan di Gaza dan sewaktu ia disekap di penjara, membuat Aisha merasa gak pantas lagi menjadi istri Fahri.

Kemudian, entah bagaimana caranya ia bisa pergi dari tempatnya disekap, Aisha datang lagi di kehidupan Fahri namun menyamar sebagai Sabina. Seorang pedagang yangbarang dagangannya dicuri dan tidak punya apa-apa lagi.

Sehingga karena tidak tega melihatnya, Fahri mempekerjakan Sabina sebagai asisten rumah tangga di rumahnya. Tidak ada yang tahu bahwa Sabina adalah Aisha.

Semua orang menganggap Aisha telah meninggal, sehingga ayah Hulya (sepupu Aisha) dengan sigap mendatangi Fahri untuk memintanya menikahi Hulya. Bisa bayangin dong sakitnya Aisha (a.k. Sabina) yang melihat itu semua dari jarak yang sangat dekat.

Ayat-Ayat Cinta 2 Review: Fahri Nyaris Sempurna?

Fahri masih ragu karena ia tetap ingin mencari Aisha sampai ketemu. Namun nasihat dari Misbah dan obrolan mereka ketika di masjid usai sholat membuat Fahri yakin untuk menikah lagi.

Hanya Nenek Catarina yang mengetahui Sabina adalah Aisha. Namun, Nenek Catarina gak bisa berbuat apa-apa ketika pernikahan Fahri dan Hulya berlangsung.

Aisha (Sabina) yang juga ikut serta menyaksikan janji suci suaminya dengan wanita lain (untuk kesekian kalinya) dan terlebih lagi dengan sepupunya sendiri, otomatis gak kuat. Aisha lari keluar gedung dan berurai air mata. Di Ayat-Ayat Cinta 2 ini nasib Aisha lebih memprihatinkan, ya, Temans? 🙁

Sakit, sakiiit adek Bang menyaksikan itu semua. Sedih, kesel, greget campur aduk jadi satu.

Beberapa bulan berlalu dan kehamilan Hulya semakin besar. Pada suatu malam, ceritanya Fahri dan Hulya lagi nonton tv. Dan melihat acara musik dengan Keira sebagai bintang tamunya.

Keira sekarang udah jadi pemain biola terkenal seluruh jagad raya Inggris. Ketika Fahri pindah rumah karena harus pindah mengajar di Oxford, Keira belum tahu kalau yang menolongnya melanjutkan kursus musik adalah Fahri.

Nah, di sini ada adegan lucu. Jadi si Keira pas diinterview di tv, ngomong kalau siapapun orang yang udah nolong dia, kalau dia perempuan akan dijadikan saudaranya. Kalau laki-laki akan dijadikan suaminya.

Spontan, ekspresi Fahri dan Hulya yang sama-sama nonton acara tersebut bikin penonton senyum-senyum sendiri. Masa’ iya Fahri mau nikah juga sama Keira. Hahaha.

review-chelsea-islan-aya-ayat-cinta-2
sumber: google

Untunglah suatu hari Keira datang karena diundang Hulya ke rumah mereka. Di situlah Keira tahu bahwa malaikat penolongnya adalah Fahri. Nah adegan selanjutnya yaitu Keira minta dinikahi Fahri, sesuai janjinya di tv.

Ini juga jadi adegan lucu dan gemesin. Penonton harap-harap cemas menanti jawaban dari Fahri.

Aaaaah, untunglah Fahri menolak dengan sangat bijak. Dia juga meminta Keira mencabut janjinya. Karena pernikahan tidak boleh dilaksanakan atas dasar janji seperti itu. Begitu kira-kira jawaban Fahri.

Ending Ayat-Ayat Cinta 2 yang pointless

Kenapa saya bilang bahwa endingnya pointless? Ini menurut saya, ya.

Jadi, adegan yang menentukan dalam endingnya adalah ketika Bahadur datang (penjahat yang memfitnah Fahri di Ayat-Ayat Cinta 1) dan berpapasan dengan Hulya dan Sabina. Sabina ‘keceplosan’ memanggil nama Bahadur.

Terang saja Bahadur dibuatnya terkejut, kenapa ada yang mengenalinya sementara dia baru keluar dari sel tahanan dan hijrah ke kota itu untuk mencari Fahri.

Bahadur yakin bahwa orang yang mengenali namanya adalah orang yang ada di masa lalunya (baca: AAC 1) 😀

Seketika terjadi pertikaian hebat dan Hulya tertusuk. Sebelum tertusuk, ada adegan jatuh sehingga cadar Sabina terbuka. Otomatis Bahadur dan Hulya mengenali Sabina yang sebenarnya, yakni sebagai Aisha.

Singkat cerita, Fahri tahu kalau Sabina itu Aisha karena ‘kode-kode’ yang ditampakkan oleh Hulya. Setelah itu, adegan ‘nyes’ terjadi. Hahaha. Fahri marah sekaligus senang dan rindu pada Aisha.

Fahri mempertanyakan kenapa Aisha harus berbuat seperti ini. Aisha menjelaskan semuanya.

hulya-ayat-ayat-cinta-2
sumber: google

Setelah itu Hulya mengalami kritis. Anak dalam kandungan Hulya selamat dan diberi nama Umar. Namun Hulya harus kehilangan nyawanya. Sebelum meninggal, Hulya dan Aisha berjanji tentang suatu hal.

Dan sesaat setelah Hulya meninggal, Aisha melakukan operasi face off wajah Hulya. Dengan alasan Hulya ingin melihat wajah cantik Aisha kembali seperti semula dan Umar (anaknya) tetap mengenali ibunya walaupun ia sudah tiada. Ternyata itulah janji antara Aisha dan Hulya. Dan Fahri diem aja menghadapi itu semua.

Bikin kesel, kan?

Saya gak mempermasalahkan, sih, apakah operasi face off dengan alasan seperti itu dibolehkan dalam Islam. Saya juga gak mempersoalkan tahap-tahap operasi face off di Film Ayat-Ayat Cinta 2.

Tetapi yang saya ingin utarakan adalah esensi dari operasi face off itu sendiri. Selama ini, cinta Aisha dan Fahri begitu kuat dan terjaga walaupun udah berlama-lama hilang kontak.

Dan sekarang setelah mereka bertemu, Aisha harus ‘mengganti’ wajahnya dengan wajah Hulya. What’s the point?

dewi-sandra-aisha-ayat-ayat-cinta-2
sumber: google

Oke, terlepas dari semua kekurangan di sana-sini dalam Film Ayat-Ayat Cinta 2, mulai dari bahasa, akting, plot yang terasa lompat-lompat, dan endingnya, saya tetap harus mengapresiasi film ini.

Sinematografi yang keren membuat saya berasa nonton film barat. Indah dan memanjakan mata. Akting Tatjiana Saphira sebagai Hulya juga patut dibanggakan. Begitu juga totalitas Baruch yang diperankan oleh Bront Palarae. Namun selebihnya, saya kira masih biasa-biasa saja.

Tidak bisa dipungkiri bahwa ada banyak pesan moral yang bisa kita tarik pada sosok Fahri dan Aisha, serta segala macam ujian yang dihadapinya.

Saya yakin semua film memiliki kekurangannya masing-masing. Jangan hanya seolah ‘mengutuk’ film begitu saja. Hargailah sebuah karya dengan memberi kritik dan saran yang membangun.

Saran saya, sebaiknya teman-teman baca dulu novel Ayat-Ayat Cinta 2 sebelum nonton filmnya. Lihatlah beberapa perbedaan antara keduanya. Semoga Temans bisa mengambil hikmahnya. Terimakasih.

2 Replies to “Ayat-Ayat Cinta 2 (Review): Kelebihan dan Kekurangannya”

  1. review nya lebih ke spoiler mbak..
    sabina sebagai aisha seharusnya jangan di ceritakan di sini karena itulah kejutan besarnya
    dan mba menceritakan dari awal sampai akhir crta di aac
    kasian yg belum nonton

    1. Hahaha thanks tanggapannya Mbak Shofia. Saya terlalu bersemangat menulis review film ini 😀 Semoga review ini tidak menyurutkan semangat teman-teman untuk nonton. Sungguh, saya tekankan bahwa film ini mengandung buanyaakk pelajaran dan hikmah untuk para penontonnya 🙂

Comments are closed.