Memaknai Hari Ibu: Sebuah Perjuangan Tanpa Henti


Lifestyle / Jumat, Desember 22nd, 2017

Ditetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu diawali dengan pemikiran Soekarno untuk mengenang jasa para pahlawan wanita di Indonesia. Seperti Cut Nyak Meutia, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, dan lainnya.

Sementara di negara-negara lain seperti Amerika, Jerman, Italia, Jepang, dan Malaysia, Hari Ibu atau Mother’s Day diperingati setiap Bulan Mei.

Ibu memang patut dijadikan pahlawan dalam hidup kita. Perjuangan beliau tidak bisa dinilai dengan apapun. Bahkan sampai kita dewasa dan tua, seorang Ibu tetaplah menganggap kita sebagai ‘si kecil’ yang manja.

Ibu Berjuang Seumur Hidupnya Untuk Kita

Perjuangan seorang ibu dimulai dari saat mengandung kita. Semua ibu punya pengalaman saat mengandung anaknya. Nah, kalau ibu saya punya pengalaman lucu ketika mengandung saya.

ibu-mengandung-selamat-hari-ibu
sumber: google

Jadi dulu, saat menikah bobot ibu saya hanya 40 kg dengan tinggi 155 cm. Cukup ideal-lah yaaa. Tetapi semasa mengandung saya, ibu mengalami ‘ngidam’ yang luar biasa hebat. Sampai bobotnya turun drastis jadi 34 kg. Kebayang kan kurusnya…

Itu sebuah perjuangan. Tapi gak sampai disitu aja perjuangannya selama mengandung.

Setelah bobotnya turun drastis, semua pihak keluarga merasa kasihan dan prihatin, termasuk bapak saya. Bapak selalu bertanya mau makan apa, Beliau juga selalu menyediakan makanan yang enak-enak agar ibu saya mau makan.

Dan ternyata, setelah lewat masa ‘ngidam’, nafsu makan ibu saya naik dengan drastis (juga). Semua makanan terasa enak. Makan nasi dengan lauk ikan asin pun dihajar.

Alhasil, setelah saya lahir, bobot ibu saya naik hampir 2x lipat. Sampai sekarang gak turun-turun, haha. Sampai sekarang pun Beliau suka meledek saya. Katanya nafsu makan yang luar biasa banyak itu gara-gara kepinginan saya yang ada di perut. Hadeeeh, bisa aja alasannya.

Perjuangan seorang ibu berlanjut ketika anaknya lahir.

hari-ibu-indonesia
sumber: google

Anak yang sudah dikandungnya selama 9 bulan lebih telah lahir. Momen tersebut pastilah menjadi momen yang ditunggu-tunggu semua orang tua.

Mereka rela gak tidur siang-malam untuk jagain anaknya. Jangan sampai si anak kedinginan, kepanasan, atau digigit nyamuk. Pasti semua orangtua rasanya pengen ngamuk kalau nyamuk berhasil gigit anaknya.

Gak sedikit juga ibu yang rela keluar dari pekerjaannya untuk melihat tumbuh-kembang anak dari hari ke hari. Gak mau terlewat satu moment penting dalam perkembangan anak. Dari duduk, merangkak, sampai berjalan.

hari-ibu-nasional
sumber: google

Ketika anak mulai masuk sekolah. Memasuki masa sekolah adalah momen penting bagi anak dan orangtua.

Mereka akan memilih sekolah yang terbaik untuk anaknya. Rela antar-jemput si anak. Menemani mengerjakan PR. Bekerja apa saja untuk membiayai sekolah anak.

selamat-hari-ibu-2017
dokumentasi pribadi

Ketika anak dewasa dan memasuki dunia pernikahan

Walaupun anak sudah dewasa dan dapat menentukan pilihan, wejangan dari seorang ibu tetap dinanti oleh anak-anaknya. Apalagi tentang pernikahan. Semua ibu pasti ingin anaknya mendapatkan pendamping yang terbaik. Doa seorang ibu tidak pernah putus agar anaknya bisa membangun rumah tangga yang bahagia.

my-wedding-and-mom
sumber: google

Ketika anak menghadapi masalah rumah tangganya, seorang ibu berada di garda terdepan untuk memeluk dan memberi nasihat.

Begitulah perjuangan para ibu. Bahkan sampai anak menjadi tua dan ibunya telah renta, perjuangan ibu tidak pernah berhenti.

Selamat Memaknai Hari Ibu.

4 Replies to “Memaknai Hari Ibu: Sebuah Perjuangan Tanpa Henti”

Comments are closed.