Susu Kental Manis Masih Eksis, Dihindari atau Boleh Dikonsumsi?


Blogging, Food, Lifestyle / Rabu, Desember 5th, 2018

DESY LISTHIANA A – Tabik Pun… Teman-teman milenial, seberapa akrabnya kalian dengan Susu Kental Manis (SKM)?  Akrab banget, teman dekat, teman biasa, atau CTA? Wkwk. Menurutku sih kalian harus kenal dekat dengan jenis susu yang satu ini.

Identitas Asli Susu Kental Manis (SKM) dan Bahayanya

Kemarin aku ikut acara workshop Membangun Generasi Emas Indonesia 2045 dengan tema Bijak Menggunakan Susu Kental Manis (SKM). Acara digelar oleh PP Muslimat NU, bersama Organisasi YAICI, dan BPOM di Gedung SKB, Teluk Betung, Bandarlampung.

Mengundang juga Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Dr. dr. Hj. Reihana, M.Kes yang memberi sambutan kepada seluruh peserta. Ibu Reihana bilang, “Pola asuh berpengaruh pada perkembangan anak, ketangkasan, kecerdasan, dan produktivitas kerja.”

Salah satu pola asuh yang benar adalah memberi asupan gizi yang baik dan seimbang. Kekurangan gizi nggak baik, kelebihan gizi juga nggak baik, Gaes. Hahaha *menertawakan diri sendiri.

Asupan gizi bisa diberikan salah satunya dengan susu. Waktu kecil diberi ASI Ekslusif, kemudian dilanjutkan dengan makanan yang sehat dan seimbang. Serta diberi susu pendamping yang mengandung protein dan kalsium tinggi.

Dan kabarnya adalah Susu Kental Manis nggak masuk kriteria ini, bu-ibu.

bahaya-susu-kental-manisKalau selama ini nenek/ibu kita, atau bahkan kita sendiri bingung ‘siapa sih Susu Kental Manis ini? Kenapa dia maniiisss banget, sampai membuat kita klepek-klepek *eh maksudnya ngebuat kita dan anak-anak lainnya ketagihan?’

Dan inilah jawabannya: “Susu Kental Manis adalah susu yang punya kadar gula tinggi, tapi kadar gizinya (kalsium dan protein) rendah.”

Lalu apa yang terjadi kalau kita mengonsumsi Susu Kental Manis? Jawabannya, ya nggak bakal terjadi apa-apa kalau kamu mengonsumsi dalam jumlah tepat dan wajar. Tapi kalau berlebihan, tanggung sendiri akibatnya.

Konsumsi gula berlebihan sudah pasti banyak ruginya. Mulai dari obesitas, diabetes, hipertensi, jantung, bahkan kanker. Karena makanan utama sel kanker adalah gula (saya juga baru tahu pas acara kemarin).

Kekurangan kalsium dan protein juga bahaya. Salah satunya pertumbuhan dan perkembangan otak yang lambat.

Untuk umur milenial macem saya, yang sudah terlanjur mencintai jenis susu yang satu ini sedari kecil, sudahlah… nggak usah terlalu diawasi. Biar berpikir sendiri gimana merubah pola makan yang lebih sehat. Hihi.

Tapi stop sampai di kita aja. Jangan sampai adik-adik kita, anak-anak kita, dan generasi selanjutnya mengalami hal yang sama. Mulai sekarang, harus lebih kenal dengan Susu Kental Manis. Mulai dari kandungannya, manfaatnya, sampai penggunaan atau cara konsumsi yang tepat.

Menuju Generasi Emas 2045, Bijak Menggunakan Susu Kental Manis

anak-sehat-indonesiaSusu Kental Manis sudah ada dari puluhan tahun yang lalu, dan sesuai judul artikelnya, Susu Kental Manis terbukti masih eksis sampai sekarang. Tapi, baru setahun belakangan ini pemerintah membuat aturan yang tegas terhadap peredaran dan pengenalan SKM ke masyarakat.

Selama ini, iklan produk SKM dinilai menyesatkan.

Iklan produk Susu Kental Manis berkonotasi bahwa SKM itu sama dengan susu segar atau bahkan bisa menjadi pengganti ASI.

Menurut observasi yang dilakukan YAICI, selama ini iklan Susu Kental Manis dibuat seolah-olah bisa dikonsumsi sebagai pengganti susu yang menyehatkan, diminum oleh anak-anak yang ceria, dan menggambarkan (bahwa dengan meminum SKM) keluarga menjadi lebih harmonis.

Faktanya, kandungan SKM yang 50%-nya gula itu, sama sekali nggak bisa jadi pengganti susu, malah berbahaya buat anak-anak.

Jadi tahun 2018 ini, Pemerintah mulai tegas kepada produsen Susu Kental Manis, agar menampilkan kandungan yang sebenarnya dan merubah tampilan iklan biar nggak bikin sesat.

Sesuai dengan kandungannya, Susu Kental Manis hanya diperuntukan untuk pelengkap sajian makanan dan minuman. Misal, untuk topping martabak, es buah, pancake, dan makanan lain.

susu-untuk-bayiSKM juga nggak boleh dikonsumsi anak-anak di bawah 5 tahun. Iklannya pun dilarang tayang di sela-sela acara anak-anak. Menghindari rengekan anak-anak, hmm.

Saya yakin sebagian besar ibu-ibu sudah menyadari bahaya dari Susu Kental Manis jika dikonsumsi berlebihan. Mamah Muda di sini juga pasti tahu kalau nggak ada susu pengganti yang lebih baik dari ASI.

Tapi, sebagian ibu-ibu yang lain, yang (maaf) tinggal di pinggiran kota, atau kurang pendidikan serta jauh dari akses kesehatan, masih banyak yang belum paham tentang hal ini.

Mereka masih menganggap bahwa dengan memberikan anak-anak mereka SKM, asupan gizi anaknya sudah terpenuhi.

Ya nggak sepenuhnya salah mereka, sih. Saya nggak menyalahkan mereka, karena memang sudah puluhan tahun iklan SKM menggiring asumsi masyarakat ke arah sana.

Dan sekali lagi, stop sampai di kita aja. Mulai sekarang, apalagi udah ada aturan dari Pemerintah, kita harus mengembalikan asumsi yang sudah terlanjur berbelok tentang Susu Kental Manis.

Kita harus lebih paham terhadap kandungan dan manfaat Susu Kental Manis. Dan lebih bijak menggunakannya.

Membentuk Generasi Berdaya Saing dan Produktif

generasi-emas-indonesiaBerdasarkan prediksi, Indonesia akan mendapat ‘bonus’ usia produktif di tahun 2045. Artinya akan ada banyak anak bangsa yang dalam usia produktif di tahun itu. Jadi jangan sampai, usia produktif di tahun itu jadi sia-sia karena kita nggak merawat anak-anak dari sekarang.

Pihak BPOM bilang bahwa untuk menyiapkan Generasi Emas 2045, anak-anak harus diperhatikan asupan gizinya, pendidikannya, kesehatan, bahkan lingkungan sekitarnya.

Agar anak-anak ini kelak memiliki tubuh yang sehat, jiwa yang kuat, bekerja dengan produktif, dan mampu bersaing.

Salah satu hal yang bisa kita mulai saat ini untuk membangun Generasi Emas Indonesia 2045 adalah dengan bijak menggunakan Susu Kental Manis. Jangan lupa juga untuk memberi pemahaman kepada keluarga, kerabat, sahabat, dan lingkungan sekitar. Karena semua elemen masyarakat harus ikut berpartipasi dalam menyuarakan gerakan #BijakPakaiSKM. Tabik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *