Liburan Asik Tanpa Beban Dengan ASUS Zenbook UX391UA


Lifestyle, Travel / Jumat, Januari 18th, 2019

DESY LISTHIANA A – Tabik Pun, Yay Atu dan Teman-teman semua! Gimana sudah puas belum liburannya? Semoga puas dan membawa semangat baru ya. Hehe. Walaupun liburannya sudah usai, momen indah selama liburan pasti masih lengket di ingatan.

Momen apa sih yang paling Teman-teman ingat ketika liburan kemarin? Biasanya sih momen yang paling lucu dan malu-maluin, hihi.

Salah satu momen yang paling saya ingat sewaktu liburan awal tahun kemarin adalah ketika lupa bawa dompet dan baru sadar setelah sampai di tempat tujuan. Uh! Beruntungnya saya gak pergi sendirian, jadi ada teman yang bisa dihutangin. Haha.

Tanggal Merah Yang Tak Selalu Berarti Liburan

liburan-asik-bersama-laptop-asus-zenbook-ux391ua

Siapa bilang kalau lihat tanggal merah saya bakal girang? Nggak juga. Karena tanggal merah tak selalu berarti liburan, bagi saya. Pekerjaan sebagai freelance membuat saya sulit menentukan mana tanggal merah yang berarti liburan dan mana tanggal merah yang berarti padat deadline.

Berkecimpung di organisasi dan komunitas, membuat tanggal merah saya banyak diisi dengan talkshow dan pelatihan-pelatihan. Selain itu, tanggal merah juga menjadi ajang menuntaskan deadline.

Berkumpul bersama keluarga atau berlibur ke tempat wisata adalah momen yang jarang terjadi. Karena itu, ketika liburan akhir dan awal tahun kemarin, saya benar-benar memanfaatkan waktu untuk pergi dalam rangka liburan.

Meskipun liburannya gak jauh, liburan akhir dan awal tahun kemarin cukup membuat saya lebih fresh. Dan merasa semangat lagi untuk beraktifitas.

Bernostalgia dan Memetik Pelajaran Hidup di TMII

liburan-asik-bersama-laptop-asus
Foto tahun 2011 dan akhir 2018

Ketika liburan kemarin, sebenarnya gak ada niat untuk ke TMII. Rencananya mau ke Ragunan, kenalan dan tambah wawasan soal fauna. Atau ke UI (Universitas Indonesia) dalam rangka cari jodoh anak UI hahaha. Tapi Allah berencana lain.

Sebelum berangkat dari rumah tanteku di Tang-Sel, saya dan teman saya memang sudah niat untuk jadi Pejalan hari itu. “Mengelilingi hiruk-pikuknya kota Jakarta,” begitu niatnya. Tak disangka, ternyata niat kami didengar Allah.

Entah gimana perjalanan kami naik-turun angkutan umum, akhirnya sampailah kami di TMII.

Karena sudah sampai di TMII, gak lengkap rasanya kalau tak berkeliling mengitari luasnya tempat itu. Mampir di rumah-rumah adat, menikmati jajanan ringan, serta berkenalan dengan orang-orang baru.

Kebetulan sekali, saat itu ada segerombolan orang berkumpul dengan banyak kamera dan lampu sorot di dekat toko retail tempat kami beli minum. Dan ternyata, sedang ada proses syuting di sana. Akhirnya, menonton proses syuting menjadi salah satu hiburan tersendiri bagi kami haha.

Kami pun melanjutkan perjalanan sambil melihat tempat-tempat baru. Ingatan saya tentang TMII sedikit kabur karena sudah ratusan purnama (mengutip AADC 2) saya tidak ke sana. Terakhir ke TMII saat kelas 1 MA, bersama teman-teman asrama dan para asatidz.

Tak butuh waktu lama untuk membangkitkan kenangan itu. Ketika melewati tempat-tempat yang sama, tiba-tiba ada rasa haru dan rindu. Rindu bertemu dengan teman-teman asrama. Rindu berkegiatan bersama, mulai dari tidur, makan, piket, sampai kena hukuman bersama-sama. Haha. (*di-skip aja boleh ya bagian yang ini)

Pertemuan dengan Pemuda Papua

liburan-asik-bersama-laptop-asus-zenbook-ux391uaDi sana, kami bertemu dengan Kak Shaleh. Beliau tinggal di ruangan pojok di belakang panggung kesenian. Berdarah asli Papua. Sudah puluhan tahun merantau ke Jakarta. Dan yang membuat saya kagum adalah ia tidak pernah melupakan kekayaan sukunya.

Di ruangan kecil itu ia tinggal dan menikmati hidup bertahun-tahun. Melestarikan dan memperkenalkan kesenian khas Suku Asmat kepada orang-orang yang berdatangan. Ia juga membuka sanggar tari dan seni di sana.

Satu hal yang saat itu saya tanyakan kepadanya, “Kenapa masih bertahan di sini?”. Dan beliau menjawab, bahwa kecintaannya terhadap Papua-lah yang membawanya kesini. Di manapun kakinya berpijak, ia tetap bangga dengan budaya yang ia bawa.

Saya tak bertanya lebih jauh tentang kehidupan pribadinya selama tinggal di TMII, tapi ia bercerita bahwa sekali-kali, mungkin setahun sekali, ia kembali ke tanah Papua untuk berkunjung ke makam orangtuanya. Mengunjungi sanak saudara di sana dan berbagi pengalaman selama hidup di Ibukota.

Setelah hampir dua jam menikmati suasana di TMII, awan yang sedari tadi menggantung menahan beban berat akhirnya tumpah. Hujan mengguyur TMII. Suasana ramai seketika berubah jadi sepi dan sejuk. Hanya terdengar suara hujan diselingi gemuruh dan azan Ashar.

Sesaat, hati saya yang sedih karena tak jadi ke Ragunan dan UI kembali ceria. Ternyata di sini saya dapat bernostalgia, menikmati hujan, dan memetik pelajaran hidup dari seorang pemuda. Allah membawa saya untuk itu, dan saya patut bahagia.

Manfaat Liburan Untuk Tubuh, Pikiran, dan Pekerjaan

Pada dasarnya, liburan adalah kebutuhan setiap orang. Ingat ya, ke-bu-tuh-an bukan keinginan. Kalau keinginan, bisa-bisa semua orang gak ingin kerja, inginnya liburan terus. Kayak saya haha.

Lantas kenapa setiap orang butuh liburan? Hm… saya akan coba kasih jawaban versi saya ya. Maafkan kalau jawabannya agak egois dan nyeleneh haha.

Setiap orang punya rutinitas berbeda-beda. Mungkin ada diantara teman-teman di sini yang berprofesi sebagai guru. Seorang guru rutinitasnya ya mengajar, rapat guru, urus materi pembelajaran, dan lain-lain. Kalau penulis lepas kayak saya, rutinitasnya bolak-balik buka laptop, nulis artikel, dan aktif bermedia sosial.

Begitu juga dengan profesi sebagai ibu rumah tangga, dokter, atau karyawan.

liburan-asik-bersama-laptop-asus-zenbook-ux391ua

Rutinitas mau gak mau harus dijalankan dan gak bisa dihindari. Jadi wajar banget kalau aktifitas dan pekerjaan yang itu-itu saja setiap harinya akan membuat kita bosan, tertekan, bahkan stress. Nah, di sinilah saya kira liburan sangat diperlukan sebagai penyeimbang. *ceilahhh bahasanya serius banget haha

Saya ingin membagi manfaat liburan menjadi 3 bagian, yang pertama manfaatnya bagi tubuh, kemudian pikiran, dan terakhir manfaat liburan bagi pekerjaan.

1. Tubuh Lebih Bugar
Kebanyakan orang biasanya sudah merencanakan liburan dari jauh-jauh hari. Tempat wisata apa yang akan dikunjungi, barang-barang apa saja yang mesti dibawa, bahkan sudah memesan tiket perjalanan pulang-pergi.

Saat liburan, kita akan melakukan banyak aktifitas, mengeksplore alam, dan tempat wisata. Liburan membuat tubuh kita jadi lebih bugar karena banyak aktifitas fisik (secara sadar atau enggak) yang kita lakukan.

Seperti yang saya lakukan ketika di TMII kemarin, tak begitu terasa lelahnya ketika berjalan mengelilingi luasnya TMII. Apalagi dapat teman baru dan pengalaman baru.

Walaupun harus kuakui sih, setelahnya kaki dan pundak terasa pegal-pegal karena berjalan jauh dan harus menggendong tas ransel.

Maklum saja, tas ransel penuh dengan amunisi selama perjalanan. Smartphone, kamera, laptop, baju ganti (kalau-kalau di jalan baju basah kuyup kehujanan haha), dan perlengkapan lainnya. Huh.

2. Pikiran Lebih Jernih
Pada dasarnya, liburan banyak menghabiskan waktu dan tenaga, lho. Menghabiskan uang juga pastinya haha.

Tapi semua itu terbayar ketika perasaan bahagia dan senang menyelimuti hati dan pikiran kita saat liburan. Liburan akan melepas kita dari beban dan tekanan pekerjaan. Pikiran jadi lebih jernih dan lebih fokus.

Gak percaya? Buktiin deh.

3. Produktivitas Meningkat

Perasaan senang dan bahagia ketika berlibur membuat kita kembali siap menghadapi pekerjaan. Lebih semangat menghadapi deadline dan membuat kita lebih produktif.

Buktinya, banyak perusahaan besar yang sengaja memberi paket liburan untuk karyawannya. Dengan salah satu alasan: agar produktivitas karyawan meningkat. Menurut saya, hal ini berlaku untuk semua profesi, bukan hanya karyawan.

Jadi apapun profesi Teman-teman, kalau ingin lebih produktif, coba deh liburan! (*ngomong sama diri sendiri)

Liburan Tetap Asik Tanpa Beban Bersama ASUS Zenbook UX391UA

Setelah membahas manfaat liburan, saya mau tanya, apa sih kriteria ‘Liburan Asik’ bagi Teman-teman? Apakah harus minap di hotel mewah? Atau harus belanja pernak-pernik khas daerah wisatanya? Atau sekedar jalan dan menikmati apa saja yang dilewati?

Kalau bagiku, sih, yang ketiga lebih asik ya? (*Alasan karena gak ada dana untuk yang pertama dan kedua) Haha. Tapi jujur, liburan tuh ternyata lebih asik kalau kita bisa menikmati setiap momen. Gak harus begini-begitu. Tapi cukup jalani dan nikmati saja.

Kalau kata Ernest Hemingway:
“It is good to have an end to journey toward, but it’s the journey that matters, in the end.” (Keren sih kalau tujuan dari perjalanan itu tecapai, tapi pada akhirnya, yang paling penting adalah perjalanan itu sendiri.)

liburan-asik-bersama-laptop-asusSeperti liburan saya selama di TMII, awalnya sedih karena tak jadi ke tempat tujuan. Tapi, setelah sampai di sana, saya bisa menikmati perjalanan dan akhirnya memetik sebuah pelajaran.

Bagi sebagian orang, liburan akan menjadi hari-hari bebas pekerjaan. Namun bagi saya yang seorang blogger dan freelance ini, liburan tidak berarti terbang-bebas-lepas dari pekerjaan. Karena itulah, membawa laptop adalah bagian dari kewajiban meski saat berlibur.

Gimana jadinya, kalau saya gak bawa laptop dan tiba-tiba ada tugas menulis dari klien atau ketua tim? Wah bisa-bisa langsung dipecat haha.

Perjalanan liburan akan lebih asik kalau barang bawaan kita gak berat. Tapi, membayangkan bobot laptop dan perlengkapannya saja sudah membuat pundak saya sakit haha. Belum lagi, harus ekstra hati-hati dengan benturan dan resiko tas terjatuh, terduduk, atau bahkan terinjak.

Ada gak ya, laptop yang ringan dan asik dibawa saat liburan, tapi kokoh dan gak khawatir rusak meski terjatuh, terduduk, atau terinjak?

asus-zenbook-ux391ua

Ternyata ADA. Dia adalah ASUS Zenbook UX391UA. Sudah lama saya tertarik dengan kehadiran Zenbook milik Asus yang digadang-gadang punya performa tinggi dan super tangguh meski body-nya tipis dan sangat ringan.

1. Liburan tanpa beban dengan ASUS Zenbook UX391UA
Rencana liburannya sih asik, tapi jangan sampai beban tas yang nangkring di pundak kita malah mengurangi keasikannya.

Nah, dengan ASUS Zenbook UX391UA liburan bakal terasa asik tanpa beban. Karena laptop ASUS Zenbook UX391UA sangat tipis dan ringan, hanya 12,9 mm dengan bobot 1kg.

2. Liburan tanpa takut laptop terjatuh
Walaupun tipis dan ringan, laptop ini tetap kuat kok. Bahkan sudah lulus uji coba Military Grade MIL-STD 810G. Jadi liburan tetap asik tanpa takut laptop jatuh, terguncang, bahkan terinjak. Pengujiannya banyak banget, gaesss.

Diajak liburan ke luar negeri juga OK. Sebab sudah lulus uji coba suhu tinggi dan rendah. Asik banget kan??? Kapan ya bisa memiliki laptop ini? Dan kapan saya bisa liburan ke luar negeri? Semoga segera. Amiin.

3. Liburan tetap nyaman
Lihat deh, desainnya keren dan berkelas banget ya? Tak hanya penampilannya yang cantik, laptop ASUS Zenbook UX391UA juga nyaman banget. Kayak pacar *eh

ASUS menyebut desainnya ini dengan ErgoLIft Design. Dengan desain seperti ini, pengguna bisa mengetik dengan lebih nyaman. Sirkulasi udara di laptop pun lancar. Serta audio yang diklaim sangat canggih dan jernih.

asus-zenbook-ux391ua

asus-zenbook-ux391ua

4. Liburan tetap produktif
Sekarang, produktivitas bukan hanya bisa didapat setelah liburan. Pun saat liburan, Teman-teman bisa tetap produktif dengan laptop ini.

Sebab, ASUS Zenbook UX391UA punya tenaga maksimal dengan prosesor Intel Core generasi ke-8, RAM 16 GB. Asus menggunakan M.2 NVMe PCIe SSD agar proses penyimpanan dan pengiriman datanya cepat. Mau kerja kapan dan dimana saja, bahkan saat liburan, tetap bisa dengan ASUS Zenbook UX391UA.

5. Kerja maksimal dengan baterai yang awet
Kriteria yang satu ini sih cocok banget dengan saya yang suka lupa bawa charger. Jadi kalau pakai ASUS Zenbook UX391UA gak perlu risau, karena baterainya diklaim bisa bertahan hingga 13 jam. Uwuw!!

13 jam itu bisa ngapain aja ya? Mungkin kalau bosen ngetik, bisa main game dulu atau nonton film dan drakor dulu hahaha.

6. Laptop tetap aman dengan sensor sidik jari
Nah yang ini, standar keamanan dari Asus yang memanjakan penggunanya. Sensor sidik jari yang sangat mudah diaplikasikan. Gak perlu repot mengingat-ingat dan mengetik kata sandi. Tinggal sekali tempel, kalian bisa langsung akses laptopnya.

asus-zenbook-ux391ua

Dengan kelebihan sebanyak ini, siapa yang tidak ingin berlibur sambil bekerja ditemani ASUS Zenbook UX391UA?

Apalagi bagi saya, laptop adalah alat utama untuk mencari uang. ASUS Zenbook UX391UA siap menjadi teman liburan sekaligus menuntaskan kewajiban. Sangat tipis, sangat nyaman, dan tangguh untuk segala pekerjaan. Dibawa liburan pun seperti tanpa beban.

Nah, karena masa liburan panjangnya sudah usai, selamat bekerja dan beraktifitas kembali ya, Teman-teman. Sampai bertemu di liburan selanjutnya!

15 Replies to “Liburan Asik Tanpa Beban Dengan ASUS Zenbook UX391UA”

  1. Wuah keren ya Pak Sholeh, mungkin dia dulu tinggal di Papuanya di daerah yang mayoritas muslim ya, makanya namanya cukup arabic

    Aku belum pernah ke TMII. Semoga lekas-lekas ke sana. Travelling yang mendulang banyak ilmu, hohooo

    1. Iya Mbak, salut banget sama beliau. Hidup di Ibukota, sendirian, itu gak mudah loh. Dan beliau bertahan sambil memperkenalkan budayanya 🙂

  2. Seru ya kalo pas liburan ada yang nemenin,,, eitss bukan doi tapi perlengkapan yang mendukung disaat kita liburan.

    Keren ya asus ZenBook nya, membantu sekali dan tidak mengenal tempat, dimana pun dalam berkegiatan bisa membawanya

  3. Jadi inget juga, terakhir jalan ke TMII udah lama banget. Skrg masih sama gak ya wahananya kayak dulu? Btw, Saya juga ngiler banget sama laptop ini. Mudah-mudahan ada rejekinya tahun ini.

  4. halo mba salam kenal, saya Rizka. btw tabik pun, yay atu artinya apa ya? saya salfok sama salamnya di awal tulisan hehe. Zenbook S ini memang keren banget ya, performa nya unggul dan desainnya mewah

    1. Halo Mbak Rizka, terimakasih ya sudah mampir. Duh senang banget bisa dimampirin blogger kece haha.
      Tabik Pun itu salam pembuka khas Lampung Mbak, semacam minta izin untuk bicara. Kalau Yay Atu itu panggilan untuk Abang dan Eneng-nya orang Lampung hehehe.

      Wah, benar Mbak, Asus Zenbook selalu menggiurkan untuk dimiliki 🙂

  5. Cerita liburannya seru banget. Emang ya dapat banyak ilmu dan pengalaman dari jalan-jalan, apalagi sumber ide makin banyak. Ngakak tujuan nyari jodoh anak UI. Semoga tercapai ya. Keren banget ASUS ya. Kreatif banget artikelnya.

  6. Asusah memang udh gak diragukan lagi kualitas laptopnya. Tp sekarang aku lagi cari yang ringan2 biar enak dibawa kemana-mana buat nulis, secara kalo blogger kan mau gak mau harus sering-sering ngecek email dan kalo ada kerjaan kudu langsung dibereskan biar klien gak kecewa ya Mba hehe. Btw aku scrnshot loh model asusnya, siapa tau bisa punya secepatnya aamiin..

    1. Benar Mbak, pengen cari yang ringan tapi tetap kokoh ya. Jadi gak khawatir dibawa kemanapun. Aamiiin Mbak, semoga segera tercapai ya 🙂

Comments are closed.