Inspirasi Bisnis Lifestyle

Mengenal Kopi Organik Lampung Barat, Hasil Produksi Kelompok Wanita Tani

kopi-organik-lampung

Desy Listhiana A – Sebagai salah satu penikmat kopi (walaupun gak coffee-addict banget, ya hehe), saya tertarik dengan berbagai macam informasi tentang kopi. Terutama kopi yang diproduksi di Lampung.

Lampung, khususnya Lampung Barat sudah dikenal menjadi salah satu wilayah pemasok kopi terbesar di Lampung bahkan skala Nasional.

Wajar memang, mengingat sebagian besar mata pencaharian penduduk Lampung Barat adalah petani kopi.

Tapi, bukan itu yang membuat saya tertarik.

Kopi Organik dari Lampung Barat

Photo by Juan Pablo Serrano Arenas from Pexels

Lampung Barat adalah anugerah yang wajib disyukuri. Dengan luas area perkebunan 65.211,8 Ha, Lampung Barat memiliki  16 komoditas yang tengah dikembangkan.

16 komoditas tersebut, yaitu: kopi robusta, kopi arabica, kakao, lada, aren, cengkeh, kayu manis, kelapa dalam, kelapa hibrida, kelapa sawit, kemiri, pinang, karet, vanili, nilam, dan tembakau.

Kopi menjadi salah satu komoditas unggulan. Kopi Lampung Barat tidak hanya unggul dalam kuantitas. Kualitas kopinya pun patut diacungi jempol.

Sehingga, tidak berlebihan lah ya, kalau Lampung Barat disebut-sebut sebagai etalase kopi Provinsi Lampung.

Bahkan, Kopi Lampung Barat telah banyak diekspor dan menjadi bahan baku produksi dalam negeri.

Wah, bangga bangetlah rasanya!

Kopi Organik Lampung Barat dari Kelompok Wanita Tani

Beberapa daerah di Lampung Barat yang menjadi tempat budidaya kopi yaitu Kecamatan Air Hitam dan Way Tenong.

Dua kecamatan ini terkenal dengan produk kopi organiknya, sebab masih banyak petani yang tidak menggunakan bahan kimia pada proses produksinya.

Kelompok Wanita Tani (KWT) di Air Hitam dan Way Tenong adalah salah satu penghasil kopi organik yang konsisten di Kabupaten Lampung Barat.

Apa itu Kopi Organik?

kopi-organik-lampung-barat

Kopi organik adalah kopi yang ditanam dan diproses tanpa menggunakan zat sintetis seperti pestisida, herbisida dan pupuk buatan. Kopi ditanam secara alami sehingga tidak merusak lingkungan.

Namun, bukan berarti semuanya dikerjakan manual, ya. Masyarakat juga harus terbuka dengan pembaharuan dan perlahan mulai belajar tentang teknologi yang ramah lingkungan.

Proses Pengolahan Kopi Organik

Pengolahan kopi organik melalui beberapa tahapan, yaitu:

  • Dipanen dari buah kopi merah (kopi yang telah masak di batang) di perkebunan kopi yang tidak menggunakan pestisida dan pupuk kimia
  • Buah Kopi kemudian dijemur dengan teknik Full Sun Drying hingga kadar air tersisa 20% sampai dengan 25%
  • Kemudian kopi ditumbuk untuk memisahkan kulit dan bijinya. Penumbukan ini bisa dilakukan dengan cara manual/tradisonal, yaitu ditumbuk dengan lesung. Bisa juga menggunakan mesin tumbuk (untuk menjadi greenbean / beras / pasir kopi siap goreng)
  • Proses penyortiran biji kopi terbaik, yaitu biji kopi yang masih utuh
  • Penjemuran kembali beras/biji kopi organik di bawah terik matahari (Full Sun Drying) hingga kadar air tersisa 10% sampai dengan 13%
  • Biji Kopi kemudian dicuci sampai bersih dan dijemur kembali, hingga kadar airnya tersisa seperti semula (10%-13%)
  • Kemudian biji kopi melalui proses penggorengan/sangrai dengan cara manual/tradisional (bisa dengan kayu bakar dan panic besi). Atau bisa juga dengan cara di-oven
  • Biji kopi digoreng, disangrai, atau di-oven hingga berubah warna. Untuk warna yang produk terdiri dari hitam (CITY ROAST), cokelat kehitaman, dan kecoklatan. Warna tersebut tergantung dari lamanya penggorengan.
  • Proses pembubukan: kopi digiling dengan alat penggilingan sampai benar-benar halus
  • Setelah proses tersebut, bubuk kopi didinginkan lalu dikemas sesuai dengan takaran pemesanan konsumen.

Catatan penting:

  1. Bubuk kopi harus dikemas menggunakan wadah yang steril untuk menjaga agar bubuk kopi tetap fresh sampai berbulan-bulan bahkan sampai setahun
  2. Untuk proses penggorengan, umumnya penikmat kopi di Indonesia dan Asia lebih menyukai jenis kopi yang dimasak hingga hitam (CITY ROAST). Beberapa negara asia seperti Korea, Jepang, Taiwan mereka menyukai cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kawasan Eropa lebih menyukai warna kecoklatan.

Yuk, Dukung Produksi Kopi Organik Lampung Barat

Setelah tahu tentang kopi organik dan proses pembuatannya, gak lengkap rasanya kalau kita gak kenal langsung oleh para petani/penghasil kopi organik dari Lampung Barat.

Ingin lebih tahu tentang kopi organik Lampung Barat? Silakan kunjungi media sosial milik Kelompok Wanita Tani (KWT) berikut ini, ya.

Facebook: Sinau_nung Coffee

Instagram: Sinau_nung.Coffee  

Twitter: Sinaunung coffee

Terima kasih sudah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat 😊

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *